Knalpot Motor Yamaha Yang Baik

Sistem pembuangan dengan jenis freeflow yang pada mulanya dikhususkan bagi motor racing tersebut memang menjadikan tarikan motor menjadi lebih kuat dan suara yang dihasilkan pun terdengar garang. Motor dengan pembakaran bahan bakar sistem pengkabutan ini memang terkenal lebih irit bahan bakar. Mulai dari motor skuter matik, motor bebek, sampai dengan motor berkarakter sport, kini menggunakan teknologi ini. Meskipun begitu, bagi sebagian pemotor, ada kekurangan yang nyata pada motor bermesin injeksi. Suara yang dihasilkan terlalu hening sehingga mereka kerap mengganti knalpot dengan produk aftermarket yang disebut knalpot motor Yamaha racing atau balap.

Maniakmotor menjabarkan pada motor sistem injeksi ada sensor karbondioksida (CO2) yang dipasang pada saluran exhaust (pembuangan) yang membaca secara otomatis debit gas buang. Jika memang knalpot diganti dengan karakter racing, maka sensor ini akan mengirim sinyal berbeda pada ECU. Sensor akan bercerita pada ECU, bahwa ia sudah dilewati banyak gas buang yang tidak seperti biasanya. Ada dua penempatan sensor dari bawaan motor injeksi. Yaitu pada leher knalpot dan di mulut saluran buang. Jika sensor Co2 ini dipasang pada leher pipa kenalpot, akan membuat Anda sedikit kerepotan apabila ingin menggntinya dengan knalpot racing. Tak ada yang salah dengan penggantian elemen pembuangan ini, selama mengerti dengan kosekuensi dan tata caranya. Ada beberapa konsekuensi nyata jika memang Anda menggunakan knalpot freeflow seperti di uraikan admin kali ini. Salah satunya, jika penggunaan knalpot motor Yamaha racing tidak dibarengi dengan penyetelan ulang suplai bahan bakar melalui electronic control unit (ECU), bukan peningkatan performa yang didapat, melainkan putaran mesin yang tidak stabil.

Sensor CO2 pada saluran knalpot motor Yamaha ini yang ikut membaca bahan bakar yang belum terbakar. Campuran bensin terlalu banyak, sedikit dan sebagainya langsung diperbaiki dari ECU dengan cara memainkan waktu pengapian dan throttle body. Kurang lebih memang kerjanya seperti itu, kata Jumari, kepala mekanik Yamaha Perwira Motor di Cinere, Depok, Jawa Barat. Jika memang suplai bahan bakar pada ECU tidak disetel ulang, menurut Jumari putaran mesin akan kacau karena ECU tidak menerima input dari sensor CO2. Akibatnya tidak akan terjadi penambahan tenaga yang diharapkan. Memang untuk mengganti knalpot pada motor injeksi bisa merepotkan, akan tetapi bukan berarti tidak memungkinkan. Mekanik Gatot Subagio dari Yamaha Bagas Motor, Bekasi, mengatakan tak terlalu sulit untuk menyetel sensor pada bagian ini. Yang perlu dipastikan, mekanik yang melakukan penggantian harus paham mengenai pengenalan arus serta pembacaan data pada komponen ECU.

“Hanya perlu menaikkan skala CO dan HC untuk mengatur jumlah bahan bakar yang masuk dengan alat diagnostik. Tidak perlu ganti jetting,” ujarnya pada kami. Namun sebagai catatan, untuk menaikkan skala CO dan HC harus menggunakan diagnostic tool. Saran dari kami jika Anda ingin mengganti knalpot motor Yamaha injeksi dengan jenis racing, lakukanlah di bengkel resmi yang memiliki diagnostic tool itu. Memang untuk mengganti knalpot motor harus sesuai dengan motor itu sendiri jika tidak nantinya malah anda akan mendapatkan hal yang tidak diinginkan, selanjutnya malah anda akan membuang buang duit untuk menservice motor anda ke bengkel, belum lagi jika sparepartnya memang membuatuhkan spare part yang original, jadi tentu untuk mengganti knalpot anda serahkan saja ke ahlinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *